Total Tayangan Laman

Minggu, 29 Januari 2017

Kota Kecil di Lereng Bukit, Little House, Seri Rose




Judul                   : Kota Kecil di Lereng Bukit
Judul Asli             : Little Town in the Ozarks
Penulis                : Roger Lea MacBride
Alih Bahasa          : Widyo Kartono
Penerbit               : Libri
Cetakan               : Pertama, 2012
Halaman              : 352
ISBN                    : 978-979-687-883-3

"Orang yang berhenti berusaha tidak pernah menang, seorang pemenang tidak pernah berhenti berusaha"
Gigih 

Hidup di kota menyimpan tantangan tersendiri bagi Rose. Jalur kereta api,keramaian, dan orang-orangnya. Ia perlu belajar menyesuaikan diri. Walau memperoleh banyak kesenangan, ia kadang berpikir bahwa tinggal ditanah pertanian lebih menarik. Iapun kini semakin dewasa. Hatinya berbung-bunga bila berjumpa dengan Paul, anak sulung bu Cooley. Namun dapatkah seorang 'pesaing' berambut keemasan membuat Rose patah hati? Bahkan perang yang berkecamuk antara Amerika dan Spanyol pada waktu itu pun jauh kalah hebat dibandingkan "perang" dalam hati Rose.


* * * 

Kisah ini di tulis oleh Roger Lea MacBride, yang telah dianggap sebagai cucu oleh Rose Wilder, tokoh utama di buku ini.  Buku ‘Kota Kecil di Lereng Bukit’ ini mengisahkan tentang Rose remaja yang baru pindah ke kota Mansfield, dimana sebelumnya keluarga Rose tinggal dipadang rumput di Dakota selatan. Buku ini merupakan buku kelima dari delapan buku seri buku berdasarkan kisah nyata kehidupan Rose.

Diawali dengan kisah sehari-hari Rose yang tinggal ditempat baru, dengan keramaian lalulintas kereta api, tetangga, sekolah, dan teman baru. Dan ada Bu Rippee, tetangga yang memiliki perpustakaan, asyik…

Sebagaimana serinya yang lain, buku ini menampilkan isu politik di masanya (menjelang tahun 1900), yaitu tentang perlakuan berbeda pada orang kulit hitam dan putih, kedudukan orang Indian dimata para pendatang kulit putih, kemampuan Ibu Wilder (wanita)berbicara di depan publik dalam sebuah acara debat, dan keputusan pemerintah untuk perang melawan Spanyol di Kuba.

Jujur, bab yang paling kusuka adalah Debat, dengan tema “Siapa yang diperlakukan lebih buruk, orang negro atau orang Indian, apa pendapat anda?”. Karena debat terjawab berdasarkan pengalaman bu Wilder yang pernah berinteraksi dengan orang Indian di masa lalunya. Kisah yang cerdas.

Dan ada Bab Pengelana Arkansas yang membuatku tersenyum, kisah Pengelana Arkansas yang dikisahkan Abe dan Swiney untuk menghibur Rose.
Judul Bab yang membosankan menurutku adalah ‘Nenek Sihir’, kisah yang dituturkan ole Mr.  Craig ini sempat membuatku menghentikan membaca buku ini, dan memilih beralih ke  buku lain yang lebih menarik. Walau akhirnya kutuntaskan juga membaca buku ini.

Hal menarik dari buku ini,

“Rose tahu ia tidak pernah dapat membuat dirinya tampak bahagia bila ia tidak bahagia. Jika itulah yang dimaksudkan menjadi orang dewasa, ia tidak mau segera menjadi dewasa.” H. 51

“Sesungguhnya sangat sulit untuk membuat ukuran tentang kekejaman, bisa dikatakan bahwa mencoba melakukannya itu adalah tindakan kejam, seolah-olah satu suku bangsa lebih beruntung daripada suku bangsa lain, hanya karena ia lebih sedikit menderita sengsara dan sedih.” H. 161

Dan terkadang Rose melakukan hal yang baik dengan cara yang tidak tepat,
“Bukan maksudku kita harus memanjakan Rose, tapi mari kita lihat alasan dibalik tindakannya itu. Ia berusaha berbuat baik. Hatinya benar-benar tulus. Kita banyak mengajarinya tentang hal itu.” H. 310

Dan kisah ditutup dengan kebahagiaan Rose setelah sembuh dari sakitnya, dan bukan sekedar tentang kesembuhannya, tetapi kembalinya sahabat karib, Paul.


Yang aku apresiasi dari seri Rose ini adalah mengangkat kehangatan keluarga, sentuhan religi (sesuai keyakinan keluarganya), menghargai nilai-nilai kebaikan dan  tata karma, yang nyaris berbanding terbalik dengan keadaan orang/keluarga Amerika di masa kini.  Bahkan melihat adanya kebijakan imigrasi yang rasis oleh presiden baru Amerika yang  beberapa hari lalu dilantik, Mr. Trump, sepertinya Amerika melangkah mundur satu abad kebelakang. Menyedihkan…


Secara keseluruhan, menurutku novel ini cukup menghibur, hanya saja pada beberapa bab kisahnya biasa-biasa saja, maaf…

Rate                     : 2,5/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar